Sebuah Pengantar Filsafat


Pengantar Filsafat

A.    Pengertian Filsafat
Filsafat berasalah dari bahasa Yunani philosophia yang terdiri dari kata philos dan sophia. Philos berati sahabat atau kekasih, sedangkan sophia  kebijaksanaan atau kearifan. Philosophia berarti mencintai kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. Ada empat pengertian mengenai filsafat ditinjau dari segi objek, dimensi, sarana dan prosedur.
Filsafat ditinjau dari objek adalah studi tentang masalah-masalah mendasar mengenai eksistensi, pengetahuan, nilai dan rasio. Filsafat ditinjau dari dimensi adalah ilmu yang membahas semua sisi sebab, alasan dan prinsip paling mendasar dengan mengandalkan pada rasio manusia. Filsafat ditinjau dari segi sarana adalah disiplin akademis yang menggunakan rasio dan logika dalam upaya memahami realitas dan menjawab masalah-masalah mendasar tentang pengetahuan, hidup, moralitas dan hakikat manusia. Filsafat ditinjau dari segi prosedur adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan.
Filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis dan koheren. Metodis yakni melakukan dengan prosedur yang terorganisir dan penuh perhitungan, membawa pada tujuan. Sistematis ditandai dengan perencanaan atau prosedur yang metodis dan menganut prinsip yang dapat diulang sesuai dengan suatu system tertentu. Koheren yakni argument di mana kesimpulannya sesuai dengan premis-premisnya (premis mayor dan premis minor) atau logika tertentu.

B.     Cabang-Cabang Filsafat
         Filsafat dapat dibagi menjadi empat bagian yakni Metafisika, Epistemologi, Logika dan Axiologi. Metafisika dibagi menjadi dua bagian yakni umum (ontologi) dan khusus (kosmologi, teadicea dan antropologi). Axiologi terdiri dari dua bagian yakni etika dan estetika. Meskipun filsafat terbagi ke dalam beberapa bagian akan tetapi isi dari setiap cabang filsafat senantiasa memiliki arti yang sama satu dengan yang lainnya.
            Berikut akan dijelaskan empat bagian atau cabang-cabang filsafat:
1.    Metafisika
Apa yang real tentang semua yang ada, eksistensi sebagai suatu keseluruhan.
a.    Metafisika Umum
Ontologi yakni mengidentifikasi dan menentukan hubungan kategori-kategori dari tipe hal-hal yang ada.

b.    Metafisika Khusus
·      Kosmologi
Kosmologi berasal dari dua kata Yunani yakni kosmos (dunia atau ketertiban) dan logos (kata, percakapan, ilmu). Kosmologi berarti percakapan tetang dunia atau alam dan ketertiban yang paling fundamental dari seluruh realitas. Kosmologi merupakan rangka umum di mana hasil-hasil dari ilmu alam dapat dipasang. Kosmologi terdiri dari empat bagian. Kosmologi fisika yakni studi tentang asal-usul, evolusi, struktur dan dinamika, takdir dunia dan hukum ilmiah yang mengatur realitas. Kosmologi agama/mitologi yakni korpus keyakinan yang mendasarkan pada literature dan tradisi. Kosmologi Filsafat yakni dunia sebagai keseluruhan ruang, waktu dan semua fenomena. Kosmologi metafisika membahas masalah dunia yang melampaui lingkup ilmu pengetahuan dengan dialektika.
·      Teodicea
Teodicea berasal dari dua kata Yunani yakni teos (Tuhan) dan dike (pengadilan, penilaian). Teodicea secara harafiah berarti pengadilan terhadap Tuhan.  Teodicea dapat didefinisikan sebagai kontruksi teologi yang berusaha mempertahankan Tuhan sebagai jawaban terhadap masalah bukti kemahakuasaan Tuhan.
·      Antropologi
Antropologi berasal dari bahasa Yunani anthropos yakni manusia. Manusia adalah sekaligus materi dan hidup, badan dan jiwa, mempunyai kehendak dan pengertian. Antropologi mengajak untuk merefleksikan hidup dan keberadaannya untuk memahami hakikat, jatidiri dan esensinya. Semua yang ada dalam diri manusia berkumpul menjadi satu kata yakni “aku”. Aku ini akan membentuk diri yang actual dengan cara pengumpulan data, pengolahan data dankepenuhan diri. Manusia terdiri dari badan (ekspresi yang sudah dijiwai) dan jiwa (kepribadian yang terwujud dalam badan).

2.    Epistemologi
Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yakni logia (pengetahuan) tentang episteme (pengetahuan). Objek yang dikaji yakni pengetahuan ilmiah, pra-andaiannya, hakekat pengetahuan, batas pengetahuan, stuktur pengetahuan, kesahihan pengetahuan, konsep dan metode.

3.    Logika
Berasal dari bahasa Yunani yakni Logikos yang berarti berhubungan dengan pengetahuan, berhubungan dengan bahasa. Logika merupakan cabang filsafat yang menyelidiki cara berpikir, aturan mana yang harus dihormati supaya pernyataan sah. Urutan yang terstruktur membawa ke cara berfikir yang tepat.

4.    Axiologi
Studi tentang nilai, memeriksa hakikatnya, kriteria dan status metafisika. Sering orang menggunakan istilah “teori nilai” sebagai gantinya.
a.    Estetika
Studi tentang nilai dalam seni atau pemeriksaan perasaan, penilaian, standar keindahan dan konsep-konsep yang terkait. Isi seni adalah pengalaman subjektivitas seni, tanpa memperhitungkan sejarah dan objek yang menjadi karyanya.Estetika dibagi menjadi dua bagian yakni estetika deskriptif dan estetika normative. Estetika deskreptif menggambarkan gejala pengalaman indah, estetika normative mencari dasar pengalaman tersebut.

b.    Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yakni ethos (kualitas, karakter, kebiasaan). Etika adalah studi tentang nilai atau refleksi terhadap benar atau salah tindakan atau yang baik atau jahat dan tindakan patut dipuji atau disalahkan. Dasar dari pertimbangan etika adalah pilihan kata atau kesadaran subjek. Etika dibedakan menjadi dua yakni etika deskreptif dan etika normatif. Etika deskreptif memberi gambaran  dari kesadaran moral, dari norma-norma dan konsep-konsep etis. Etika normatif tidak berbicara tentang gejala namun apa yang sebenarnya dilakukan.   

C.     Keterkaitan Cabang-Cabang Filsafat
Filsafat merupakan ilmu mencari hikmat di tengah semua pengetahuan. Filsafat tidak hanya terfokus pada satu bidang, melainkan berbagai bidang. Filsafat mengajak berfikir kritis tentang kehidupan. Hidup mempunyai nilai yang sangat istimewa, sehingga orang diajak untuk mencari nilai hidup. Filsafat selalu menekankan dan terus menyadari nilai-nilai kehidupan di dalam kosmos.
Cabang ilmu filsafat yang satu dengan yang lain saling berkaitan yakni melihat alam semesta dan tentang tempat manusia hidup di dalamnya. Berfikir tentang kemampuan pengetahuan manusia, berfikir tentang keindahan di alam semesta, berfikir tentang kebaikan dan kejahatan yang ada di alam semesta ini. Memahami alam semesta berarti memahami hakikat manusia dan makna hidupnya relasi intensif dengan dan dalam alam semesta.

D.    Gagasan Yang Menarik
Gagasan yang menarik bagi saya adalah pembahasan mengenai filsafat manusia atau antropologi. Antropologi membawa pada pemahaman refleksi hidup dan keberadaannya manusia mencoba memahami hakikat, jatidiri dan esensinya. Ada dua hal yang ada dalam diri manusia yakni konsevatime dan liberalism. Konservatisme memutlakkan sesuatu sehingga tidak menerima perubahan. Liberalisme adalah manusia pada hakikatnya baik dan dapat mencapai kesempurnaan.
Untuk dapat mencapai pembentukan diri diperlukan tiga tahapan yakni pengumpulan data, pengolahan data dan kepenuhan data. Pengumpulan diri adalah mengumpulkan pengalaman aktual manusia dari masa lampau dan masa kini. Pengolahan data melibatkan citra diri dalam proses pembentukannya. Kepenuhan diri adalah keputusan final, terjadi keputusan yang mempengaruhi diri dan dunia sekitarnya. Saya sadari manusia terdiri dari jiwa dan raga, raga tersebutlah ekspresi yang sudah dijiwai dan jiwa adalah kepibadian yang terwujud dalam raga.
Dengan demikian saya tertarik dengan gagasan bahwa manusia adalah subjek dari keseluruhan dan keseluruhan merupakan objek. Untuk dapat memahami dunia berarti memahami hakikat manusia, makna hidupnya dengan dan dalam alam sesesta. Manusia menyebut diri sebagai “aku” yakni inti yang paling mustahil untuk disangkal. Saya sadari bahwa segalanya dimulai dari diri sendiri. keseluruhan yang ada membantu manusia dalam hidup dalam kosmos yang terbilang sempit ini. Pemahaman mengenai keseluruhan dimulai dari diri sendiri.


Sumber:
Hendrik Rapar, Jan, Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 2012
Harry Hamersma, Pintu Masuk Ke Dunia Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 2008
Catatan Mata Kuliah Pengantar Filsafat


Comments

Popular posts from this blog

Misteri Kristus: Mengenal Kristus Melalui Penghayatan 3 Nasehat Injil